MENGANALISIS
KEKUATAN VOC DI INDONESIA

Disusun oleh:
Alit jami’atul wahyuni
XI IA 2
SMAN 1 PURWOHARJO
KATA PENGANTAR
Assalamu’alaikum
Warahmatullahi wabarakatu.
Segala
puji bagi Tuhan Yang Maha Esa karena dengan rahmatNya kita masih diberi
kesempatan untuk bisa menyisihkan sebagian waktu, baik untuk menyelesaikan
karya tulis ini bagi saya dan membaca karya tulis ini unuk pembaca.
Lewat
karya tulis yang sederhana ini saya berharap dapat bermanfaat bagi kita
bersama. Dengan cara mengetahui kekuasaan VOC di Indonesia semoga kita bisa
mengimplementasikan kejadian masa lalu tersebut sebagai pelajaran agar menjadi
individu sosial yang baik.
Meskipun
karya tulis ini saya buat dengan kesungguhan, kemungkinan terjadi kesalahan dan
kekurangan sangatlah banyak. Mengingat saya hanyalah manusia biasa yng masih
dalam proses pengajaran.
Demikian
yang bisa saya sampaikan sebelum membaca karya tulis ini. Saya mengucapkan
trima kasih bagi yang meluangkan waktunya.
Wassalamu’alaikum
Wr Wb
Purwoharjo, 5 oktober 2014
penulis
DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR .................................................................................................
DAFTAR ISI
................................................................................................................
BAB I PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
............................................................................................
1.2 Rumusan Masalah
.......................................................................................
1.3 Tujuan.........................................................................................................
BAB II PEMBAHASAN
2.1 Kekuasaan VOC di
Indonesia........................................................................
2.2 Kehidupan rakyat Indonesia
pada pemerintahan VOC..................................
2.3 Keruntuhan
VOC..........................................................................................
BAB III PENUTUP
3.1
Kesimpulan....................................................................................................
DAFTAR PUSTAKA
Menganlisis
kekuasaan VOC di Indonesia
BAB I PENDAHULUAN
1.1 LATAR
BELAKANG
Kedatangan bangsa
Belanda di Indonesia pada awalnya hanya untuk mencari keuntungan
sebanyak-banyaknya. Setelah mengetahui keberhasilan bangsa Sepanyol dan
Portugis mendapatkan daeraha baru penghasil rempah-rempah, para pelaut dan
pedagang Belanda tidak mau kalah. Seperti kita ketahui pada tahun 1580 Portugal
ditaklukan oleh Spanyol sedangkan negara tersebut belakangan itu sedang
terlibat dalam peperangan melawan Belanda. Maka disebabkan oleh peristiwa
itulah Bangsa Belanda tergerak hatinya untuk mencari sendiri jalan ke
Indonesia, sehingga dapat melanjutkan kehidupan dengan cara berdagang langsung
antara sumber rempah-rempah dengan negara-negara Eropa yang sangat
membutuhkankannya.
Semula mereka hanya
berperan sebagai penghubung atau pedagang antara Lissabon dengan negara-negara
Eropa Timur dan Utara. Setelah beberapa lama menetap dan menduduki Indonesia,
kongsi dagang Belanda ingin membentuk sebuah perusahaan yang mencakup semua
kongsi dagang. Ini dikarenakan ingin menghindari persaigan antar pedagang dan
Belanda sering mengalami kerugian.
Belanda memerintah di
Indonesia dengan kejam. Mereka melakukan berbagai hak-hak dan
kebijakan-kebijakan yang menguntungkan bagi mereka tetapi membuat rakyat
Indonesia menderita.
1.2 RUMUSAN
MASALAH
1.
Apa saja yang dilakukan VOC untuk
menguasai Indonesia?
2.
Bagaimana kehidupan rakyat Indonesia
pada saat itu?
3.
Apa yang menyebabkan VOC dibubarkan?
1.3 TUJUAN
1.
Mengetahui kekejaman VOC keika menguasai
Indonesia.
2.
Mengetahui kehdupan rakyat Indonesia
pada masa VOC.
3.
Mengetahui penyebab runtuhnya VOC.
BAB II PEMBAHASAN
2.1 KEKUASAAN V.O.C DI INDONESIA
VOC merupakan kongsi
dagang barat yang dibentuk atas saran Prins Maurits wali negara Belanda
dalam parlemen. Vereenigde Oost Indische
Compagnie (VOC) berdiri secara resmi padatahun 1602 dan
membuka kantor pertama di Banten (1602) yang dikepalai oleh Francois Wittert. Tujuan didirikannya VOC adalah sebagai berikut:
a.
Menghindari persaingan yang
tidak sehat sesama pedagang Belanda sehingga keuntungan dapat diperoleh secara
maksimal.
b.
Memperkuat posisi Belanda
dalam menghadapi persaingan dengan bangsa Eropa ataupun bangsa Asia lainnya.
c.
Membantu pemerintah Belanda
yang sedang berjuang menghadapi Spanyol yang ingin menguasai wilayah Belanda.
d.
Mendapatkan monopoli perdagangan
Meskipun VOC belum bisa
menandingi persekutuan dagang bangsa lain. Namun VOC memiliki satu kelebihan
lain yaitu, tata kerja yang teratur, rapi, dan terkontrol dalambentuk
organisasi yang kuat. Hal ini menyebabkan VOC semakin kuat dan dapat menyaingi
kongsi dagang lain sehingga pemerintah Belanda memberi beberapa hak Istimewa
antara lain:
1.
VOC berkuasa untuk
memerintah di daerah-daerah yang diduduki.
2.
VOC berkuasa untuk melakukan
peperangan, membuat perdamaian, serta mengadakan perjanjian dengan raja-raja di
wilayah kekuasaannya.
3.
VOC berkuasa untuk mencetak
dan mengedarkan uang sendiri.
4.
VOC mempunyai hak monopoli
perdagangan.
5.
VOC berhak memiliki tentara.
6.
Dan beberapa hak lain.
Dalam waktu singkat VOC
mengalami kemajuan pesat. Mereka melakukan berbagai kebijakan-kebijakan yang
hanya menguntunkan bagi VOC. Untuk menguasai perdagangan rempah-rempah di
Maluku VOC membuat kebijakan diantaranya:
VOC melakukan ekstirpasi karena penduduk berusaha
memperluas areal tanaman rempah-rempah. Akibatnya, terjadi hasil yang
berlebihan (kelebihan produksi) sehingga harga rempah-rempah merosot. Untuk mencegah
terjadinya berbagai pelanggaran terhadap peraturan dalammonopoli, VOC
mengadakan patroli yang disebut pelayaran
Hongi. Patroli itu menggunakan perahu tradisional yang disebut kora-kora. Apabila terjadi pelanggaran
terhadap peraturan monopoli, dapat segera ditindak oleh petugas patroli Hongi.
Patroli Hongi juga telah melakukan penebangan tanaman
cengkih secara besar-besaran di Maluku. Penebangan tanaman cengkih secara
besar-besaran oleh Belanda melalui patroli Hongi disebut Ekstirpasi, tujuannya untuk menjaga agar harga tanaman tetap
stabil di pasaran dunia. Akibat peraturan dalam monopoli tersebut, rakyat
Maluku menjadi tertekandan dan tertindas. Hal itu tentu saja menimbulkan
ketidakpuasan di kalangan rakyat Maluku terhadap VOC. Selain itu rakyat
Maluku diwajibkan membayar pajak hasil bumi yang disebut contingenten.
2.2
KEHIDUPAN RAKYAT INDONESIA PADA PEMERINTAHAN VOC
Keberhasilan VOC membuat Heeren Zeventien kesulitan mengurus keorganisasian, sehingga pada
tahun 1610 ditunjuklah Pieter Both sebagai gubernur jendral. Hal ini membuat Pieter
Both mempunyai kekuasaan di wilayah kekuasaan VOC. Tindakan Pieter Both selama
menjadi gubernur jendral VOC sebagai berikut:
Ø
Membantu pos perdagangan di
Banten dan Maluku
Ø
Memasuki wilayah Jayakarta
dan menjalin hubungan baik dengan penguasa Jayakarta, pangeran Wijayakrama
Ø
Membli tanah seluas 50 x 50
vadem di Jayakarta. Tanah ini menjadi cikal bakal kota Batavia
Ø
Mengadakan perjanjian dan
berusaha mempengaruhi penguasa di Maluku
Tindakan-tindakan tersebut tentunya sangat berpengaruh
pada perkembangan VOC selanjutnya. Pieter Both menjalankan tugasnya dengan baik
sehingga kekuasaan VOC semakin maju. Gubernur-gubernur Jendral berikutnya juga
tidak kalah dari Pieter Both.
Pada perkembangannya VOC mahir memanfaatkan
konflik-konflik yang terjadi di Nusantara. Dalam lingkup kerajaan mereka
berusaha untuk menguasainya. Mereka menggunakan politik adu domba (devide et impera). Politik ini
menimbulkan perpecahan antar kerajaan. Ini tentunya membuat kerajaan tersebut
runtuh sehingga memudahkan VOC untuk menguasai.
Tidak hanya dari kalangan kerajaan, VOC pun pandai
memanfaatkan konflik-konflik yang terjadi di masyarakat pribumi. Biasanya
penguasa daerah setempat akan meminta bantuan kepada VOC dan setelah selesai
VOC meminta imbalan. Kejadian ini tentunya sangat dimanfaatkan oleh VOC. Mereka
menggunakan kesempatan ini untuk melebarkan sayap kekuasaannya.
Cara VOC menjalankan kekuasaannya di
Indonesia sebagai berikut.:
a. Melakukan contingenten,yaitu rakyat diwajibkan membyar pajak berupa
hasil bumi.
b. Menerapkan verplichte leverantie ,yaitu rakyat wajib
menyerahkan pajak berupa
hasil
yang tidk dikuasai VOC.
c. Melaksanakan preanger
stelsel,yaitu kewajiban bagi rakyat untuk menanam kopi
di daerah piangan.
d. Menjalin kerjasama
dengan pemerintah tradisional untuk mempermudah penaklukan
wilayah.
Selain cara-cara tersebut cara yang digunaka VOC untuk
mengeksploitasi kekayaan Indonsia sebagai berikut:
1)
Merebut pasaran produksi
pertanin, biasanya dengan memaksaakan monopoli, seperti monopoli rempah-rempah
di Maluku
2)
Tidak ikut aktif secara
langsung dalam kegiatan produksi hasil pertanian.
3)
VOC sementara menduduki
tempat yang setrategis saja
4)
VOC melakukan campur tangan
terhadap kerajaan-kerajaan di Nusantara, terutama menyangkut usaha pengumpulan
hasil bumi dan pelaksanaan monopoli. Dalam hal ini VOC memiliki daya tawar yang
kuat sehingga dapat menentukan harga.
5)
Lembaga-lembaga pemerintahan
tadisional/ kerajaan masih tetap dipertahankan dengan harapan bisa dipengaruhi/
diperalat, jika tidak ingin diperangi.
Setelah berhasil membangun Batavia
dan meletakkan dasar-dasar penjajahan J.P Coen kembali ke Belanda. Hal ini
tentunya membuat rakyat Indonesia sengsara.
Pada tahun 1641 VOC
berhasil menggantikan posisi Portugis di Malaka. Keberhasilan ini sangat
berguna untuk memperkuat kedudukan di wilayah Indonesia bagian barat.
Setelah berhasil menguasai Malaka,VOC
berhasil mengusai aceh. Selanjutnya,
pada tahun 1667 VOC berhasil
memaksa Sultan Hasanuddin, penguasa Makaasar menyerah
dan menandatangani
perjanjian Bongaya. Perjanjian tersebut menegaskan kekuasaan
VOC di Makassar. Keberhasilan
VOC tetap berlanjut ketika Raja Sulaiman dari Kalimantan
Selatan terpaksa memberikan
hak monopoli dagang bagi VOC.
Untuk mengawasi kegiatan monopoli
perdagangan di beberapa wilayah,VOC tetap
menjalankan pelayaran hongi.
Sementara itu, untuk memperkuat kedudukannya,VOC mendirikan benteng pertahanan
di setiap wilayah yang berhasil dikuasai. Benteng pertahanan
yang berhasil dibangun
antara lain benteng Duurstede di Saparua,benteng Nassau di Banda,
benteng Victoria di Ambon,benteng
Orange di Ternate,dan benteng Rotterdam di Makkasar.
Jadi pada saat VOC menguasai Indonesia, kehidupan rakyat
Indonesia sangat menderita. Terlebih atas kebijakan-kebijakan yang dilakukan
VOC. Rakyat dijadikan budak oleh VOC, mereka di paksa untuk melakukan kerja
rodi, yaitu pekerjaan yang harus dilakukan rakyat tanpa imbalan apapun dan
dengan siksaan. Salah satu bentuk kerja paksa tersebut yang masih nampak jelas
adalah jalan raya Anyer sampai Panarukan yang dulu dikerjakan oleh rakyat
Indonesia berdasarkan paksaan VOC untuk kepentingan VOC.
2.3 KERUNTUHAN VOC
Abad 17 hingga 18 menjadi puncak kejayaan VOC. VOC
menguasai jalur perdagangan dari Amsterdam, Tanjung Harapan, India hingga Papua.
Keuntungan perdagangan rempah-rempah melimpah. Hampir seluruh wilayah Indonesia
dikuasai. Namun dibalik itu semua VOC mengalami berbagai masalah yang
menyebabkan keruntuhannya. Sejak tahun 1673 VOC memiliki banyak hutang hanya
untuk berfoya-foya para petingginya. Selin itu kekuasaan VOC yang semakin meluas
membuat pengurus kesulitan mengatur kepengurusan.
Sistem upeti yang digunakan VOC juga menimbulkan tindakan
korupsi para petingginya. Para pegawai VOC hanya ingin memperkaya diri sendiri
sehingga melupakan keununtungan dan kemajuan VOC.
Akibat kemunduran ini saham
VOC dan daerah kekuasaannya diambil alih oleh pemerintah Belanda. Hal ini
dilakukan untuk menutupi hutang-hutang VOC terhadap pemerintah Belenda. Tanggal
31 Desember VOC resmi dibubarkan oleh pemerintah Belenda.
BAB III PENUTUP
3.1 Kesimpulan
Kedatangan
Belanda ke Indonesia merupakan awal penderitaan Indonesia terlebih
ketika telah terbentuk VOC. Belanda menggunaka VOC
sebagai alat untuk menjajah
Indonesia. Indonesia sendiri sebuah wilayah yang kaya
akan rempah-rempah dan kekayaan alam lain. Banyak negeri lain yang ingin
menguasai Indonesia. Caranya dengan melakukan perdagangan di Indonesia. Mereka
mendirikan kongsi-kongsi dagang. Salah satu yang terbesar dan terkontrofersi
adalah VOC. VOC inilah yang mengubah kehidupan bangsa Indonesia. Berawal dari
kedatangannya yang dapat membujuk penguasa daerah dan para Raja, sedikit demi
sedikit meeka bisa menguasai Indonesia hingga memperbudak rakyat Indonesia
untuk kepentingan mereka tanpa mempedulikan kesengsaraan masyarakatnya.
Masyarakat
Indonesia yng masih primitif atau tradisional dapat dengan mudah dipengaruhi
dan di bodohi. Dengan demikian rakya semakin menderita. Lama kelamaan VOC semakin meluas hingga hampir menguasai
seluruh wilayah Nusantara. Kerajaan-kerajaan di Indonesia pun satu persatu
mulai runtuh.
Namun
setelah beberapa banyak waktu VOC mulai terlihat kekacauannya. Para pengurusnya
pun tidak dapat mengendalikan dengan baik keorganisasiannya. Sehingga menimbulkan
berbagai permasalahan. Pengurusnya lebih mengutamakan keuntungan pribadi dari
pada kelmpok. Banyak angotanya yang korupsi dan VOC sendiri memiliki banyak
hutang.
Hal-hal tersebut yang menimbulkan awal keruntuhan VOC.
DAFTAR PUSTAKA
Buku sejarah Indonesia
PR kelas 11 oleh Ringo Rahata, Mulyadi, Mutiara Shifa Fauziah
Buku sejarah Indonesia kurikulum
2013 kelas 11 oleh KEMENDIKBUD RI