Selasa, 09 Juni 2015

makalah sejarah "menganalisis kekuatan VOC di Indonesia"



MENGANALISIS KEKUATAN VOC DI INDONESIA
                                     







Disusun oleh:
Alit jami’atul wahyuni
XI IA 2
SMAN 1 PURWOHARJO






KATA PENGANTAR

Assalamu’alaikum Warahmatullahi wabarakatu.
Segala puji bagi Tuhan Yang Maha Esa karena dengan rahmatNya kita masih diberi kesempatan untuk bisa menyisihkan sebagian waktu, baik untuk menyelesaikan karya tulis ini bagi saya dan membaca karya tulis ini unuk pembaca.
Lewat karya tulis yang sederhana ini saya berharap dapat bermanfaat bagi kita bersama. Dengan cara mengetahui kekuasaan VOC di Indonesia semoga kita bisa mengimplementasikan kejadian masa lalu tersebut sebagai pelajaran agar menjadi individu sosial yang baik.
Meskipun karya tulis ini saya buat dengan kesungguhan, kemungkinan terjadi kesalahan dan kekurangan sangatlah banyak. Mengingat saya hanyalah manusia biasa yng masih dalam proses pengajaran.
Demikian yang bisa saya sampaikan sebelum membaca karya tulis ini. Saya mengucapkan trima kasih bagi yang meluangkan waktunya.
Wassalamu’alaikum Wr Wb









Purwoharjo, 5 oktober 2014





                                                                                                            penulis


DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR .................................................................................................
DAFTAR ISI ................................................................................................................
BAB I PENDAHULUAN
1.1  Latar Belakang ............................................................................................
1.2  Rumusan Masalah .......................................................................................
1.3  Tujuan.........................................................................................................
BAB II PEMBAHASAN
            2.1 Kekuasaan VOC di Indonesia........................................................................
            2.2 Kehidupan rakyat Indonesia pada pemerintahan VOC..................................
            2.3 Keruntuhan VOC..........................................................................................
BAB III PENUTUP
            3.1 Kesimpulan....................................................................................................
DAFTAR PUSTAKA


















                    Menganlisis kekuasaan VOC di Indonesia

BAB I PENDAHULUAN
1.1  LATAR BELAKANG


Kedatangan bangsa Belanda di Indonesia pada awalnya hanya untuk mencari keuntungan sebanyak-banyaknya. Setelah mengetahui keberhasilan bangsa Sepanyol dan Portugis mendapatkan daeraha baru penghasil rempah-rempah, para pelaut dan pedagang Belanda tidak mau kalah. Seperti kita ketahui pada tahun 1580 Portugal ditaklukan oleh Spanyol sedangkan negara tersebut belakangan itu sedang terlibat dalam peperangan melawan Belanda. Maka disebabkan oleh peristiwa itulah Bangsa Belanda tergerak hatinya untuk mencari sendiri jalan ke Indonesia, sehingga dapat melanjutkan kehidupan dengan cara berdagang langsung antara sumber rempah-rempah dengan negara-negara Eropa yang sangat membutuhkankannya.
Semula mereka hanya berperan sebagai penghubung atau pedagang antara Lissabon dengan negara-negara Eropa Timur dan Utara. Setelah beberapa lama menetap dan menduduki Indonesia, kongsi dagang Belanda ingin membentuk sebuah perusahaan yang mencakup semua kongsi dagang. Ini dikarenakan ingin menghindari persaigan antar pedagang dan Belanda sering mengalami kerugian.
Belanda memerintah di Indonesia dengan kejam. Mereka melakukan berbagai hak-hak dan kebijakan-kebijakan yang menguntungkan bagi mereka tetapi membuat rakyat Indonesia menderita.

1.2  RUMUSAN MASALAH
1.      Apa saja yang dilakukan VOC untuk menguasai Indonesia?
2.      Bagaimana kehidupan rakyat Indonesia pada saat itu?
3.      Apa yang menyebabkan VOC dibubarkan?

1.3  TUJUAN
1.      Mengetahui kekejaman VOC keika menguasai Indonesia.
2.      Mengetahui kehdupan rakyat Indonesia pada masa VOC.
3.      Mengetahui penyebab runtuhnya VOC.


BAB II PEMBAHASAN
2.1 KEKUASAAN V.O.C DI INDONESIA
            VOC merupakan kongsi dagang barat yang dibentuk atas saran Prins Maurits wali negara Belanda dalam parlemen. Vereenigde Oost Indische Compagnie (VOC) berdiri secara resmi padatahun 1602 dan membuka kantor pertama di Banten (1602) yang dikepalai oleh Francois Wittert. Tujuan didirikannya VOC adalah sebagai berikut:
a.       Menghindari persaingan yang tidak sehat sesama pedagang Belanda sehingga keuntungan dapat diperoleh secara maksimal.
b.      Memperkuat posisi Belanda dalam menghadapi persaingan dengan bangsa Eropa ataupun bangsa Asia lainnya.
c.       Membantu pemerintah Belanda yang sedang berjuang menghadapi Spanyol yang ingin menguasai wilayah Belanda.
d.       Mendapatkan monopoli perdagangan

Meskipun VOC belum bisa menandingi persekutuan dagang bangsa lain. Namun VOC memiliki satu kelebihan lain yaitu, tata kerja yang teratur, rapi, dan terkontrol dalambentuk organisasi yang kuat. Hal ini menyebabkan VOC semakin kuat dan dapat menyaingi kongsi dagang lain sehingga pemerintah Belanda memberi beberapa hak Istimewa antara lain:
1.      VOC berkuasa untuk memerintah di daerah-daerah yang diduduki.
2.      VOC berkuasa untuk melakukan peperangan, membuat perdamaian, serta mengadakan perjanjian dengan raja-raja di wilayah kekuasaannya.
3.      VOC berkuasa untuk mencetak dan mengedarkan uang sendiri.
4.      VOC mempunyai hak monopoli perdagangan.
5.      VOC berhak memiliki tentara.
6.      Dan beberapa hak lain.

Dalam waktu singkat VOC mengalami kemajuan pesat. Mereka melakukan berbagai kebijakan-kebijakan yang hanya menguntunkan bagi VOC. Untuk menguasai perdagangan rempah-rempah di Maluku VOC membuat kebijakan diantaranya:

VOC melakukan ekstirpasi karena penduduk berusaha memperluas areal tanaman rempah-rempah. Akibatnya, terjadi hasil yang berlebihan (kelebihan produksi) sehingga harga rempah-rempah merosot. Untuk mencegah terjadinya berbagai pelanggaran terhadap peraturan dalammonopoli, VOC mengadakan patroli yang disebut pelayaran Hongi. Patroli itu menggunakan perahu tradisional yang disebut kora-kora. Apabila terjadi pelanggaran terhadap peraturan monopoli, dapat segera ditindak oleh petugas patroli Hongi.

Patroli Hongi juga telah melakukan penebangan tanaman cengkih secara besar-besaran di Maluku. Penebangan tanaman cengkih secara besar-besaran oleh Belanda melalui patroli Hongi disebut Ekstirpasi, tujuannya untuk menjaga agar harga tanaman tetap stabil di pasaran dunia. Akibat peraturan dalam monopoli tersebut, rakyat Maluku menjadi tertekandan dan tertindas. Hal itu tentu saja menimbulkan ketidakpuasan di kalangan rakyat Maluku terhadap VOC. Selain itu rakyat Maluku diwajibkan membayar pajak hasil bumi yang disebut contingenten.



   2.2 KEHIDUPAN RAKYAT INDONESIA PADA PEMERINTAHAN VOC

            Keberhasilan VOC membuat Heeren Zeventien kesulitan mengurus keorganisasian, sehingga pada tahun 1610 ditunjuklah Pieter Both sebagai gubernur jendral. Hal ini membuat Pieter Both mempunyai kekuasaan di wilayah kekuasaan VOC. Tindakan Pieter Both selama menjadi gubernur jendral VOC sebagai berikut:
Ø  Membantu pos perdagangan di Banten dan Maluku
Ø  Memasuki wilayah Jayakarta dan menjalin hubungan baik dengan penguasa Jayakarta, pangeran Wijayakrama
Ø  Membli tanah seluas 50 x 50 vadem di Jayakarta. Tanah ini menjadi cikal bakal kota Batavia
Ø  Mengadakan perjanjian dan berusaha mempengaruhi penguasa di Maluku
            Tindakan-tindakan tersebut tentunya sangat berpengaruh pada perkembangan VOC selanjutnya. Pieter Both menjalankan tugasnya dengan baik sehingga kekuasaan VOC semakin maju. Gubernur-gubernur Jendral berikutnya juga tidak kalah dari Pieter Both.
            Pada perkembangannya VOC mahir memanfaatkan konflik-konflik yang terjadi di Nusantara. Dalam lingkup kerajaan mereka berusaha untuk menguasainya. Mereka menggunakan politik adu domba (devide et impera). Politik ini menimbulkan perpecahan antar kerajaan. Ini tentunya membuat kerajaan tersebut runtuh sehingga memudahkan VOC untuk menguasai.
            Tidak hanya dari kalangan kerajaan, VOC pun pandai memanfaatkan konflik-konflik yang terjadi di masyarakat pribumi. Biasanya penguasa daerah setempat akan meminta bantuan kepada VOC dan setelah selesai VOC meminta imbalan. Kejadian ini tentunya sangat dimanfaatkan oleh VOC. Mereka menggunakan kesempatan ini untuk melebarkan sayap kekuasaannya.
        Cara VOC menjalankan kekuasaannya di Indonesia sebagai berikut.:
   a. Melakukan contingenten,yaitu rakyat diwajibkan membyar pajak berupa hasil bumi.
   b. Menerapkan verplichte leverantie ,yaitu rakyat wajib menyerahkan pajak berupa
        hasil  yang tidk dikuasai VOC.
   c. Melaksanakan preanger stelsel,yaitu kewajiban bagi rakyat untuk menanam kopi
        di daerah piangan.
   d.  Menjalin kerjasama dengan pemerintah tradisional untuk mempermudah penaklukan
        wilayah.
            Selain cara-cara tersebut cara yang digunaka VOC untuk mengeksploitasi kekayaan Indonsia sebagai berikut:
1)      Merebut pasaran produksi pertanin, biasanya dengan memaksaakan monopoli, seperti monopoli rempah-rempah di Maluku
2)      Tidak ikut aktif secara langsung dalam kegiatan produksi hasil pertanian.
3)      VOC sementara menduduki tempat yang setrategis saja
4)      VOC melakukan campur tangan terhadap kerajaan-kerajaan di Nusantara, terutama menyangkut usaha pengumpulan hasil bumi dan pelaksanaan monopoli. Dalam hal ini VOC memiliki daya tawar yang kuat sehingga dapat menentukan harga.
5)      Lembaga-lembaga pemerintahan tadisional/ kerajaan masih tetap dipertahankan dengan harapan bisa dipengaruhi/ diperalat, jika tidak ingin diperangi.

            Setelah berhasil membangun Batavia dan meletakkan dasar-dasar penjajahan J.P Coen kembali ke Belanda. Hal ini tentunya membuat rakyat Indonesia sengsara.
          Pada tahun 1641 VOC berhasil menggantikan posisi Portugis di Malaka. Keberhasilan ini sangat berguna untuk memperkuat kedudukan di wilayah Indonesia bagian barat.
Setelah berhasil menguasai Malaka,VOC berhasil mengusai aceh. Selanjutnya,
pada tahun 1667 VOC berhasil memaksa Sultan Hasanuddin, penguasa Makaasar menyerah
dan menandatangani perjanjian Bongaya. Perjanjian tersebut menegaskan kekuasaan
VOC di Makassar. Keberhasilan VOC tetap berlanjut ketika Raja Sulaiman dari Kalimantan
Selatan terpaksa memberikan hak monopoli dagang bagi VOC.       
       Untuk mengawasi kegiatan monopoli perdagangan di beberapa wilayah,VOC tetap
menjalankan pelayaran hongi. Sementara itu, untuk memperkuat kedudukannya,VOC mendirikan benteng pertahanan di setiap wilayah yang berhasil dikuasai. Benteng pertahanan
yang berhasil dibangun antara lain benteng Duurstede di Saparua,benteng Nassau di Banda,
benteng Victoria di Ambon,benteng Orange di Ternate,dan benteng Rotterdam di Makkasar.
            Jadi pada saat VOC menguasai Indonesia, kehidupan rakyat Indonesia sangat menderita. Terlebih atas kebijakan-kebijakan yang dilakukan VOC. Rakyat dijadikan budak oleh VOC, mereka di paksa untuk melakukan kerja rodi, yaitu pekerjaan yang harus dilakukan rakyat tanpa imbalan apapun dan dengan siksaan. Salah satu bentuk kerja paksa tersebut yang masih nampak jelas adalah jalan raya Anyer sampai Panarukan yang dulu dikerjakan oleh rakyat Indonesia berdasarkan paksaan VOC untuk kepentingan VOC.


2.3 KERUNTUHAN VOC

            Abad 17 hingga 18 menjadi puncak kejayaan VOC. VOC menguasai jalur perdagangan dari Amsterdam, Tanjung Harapan, India hingga Papua. Keuntungan perdagangan rempah-rempah melimpah. Hampir seluruh wilayah Indonesia dikuasai. Namun dibalik itu semua VOC mengalami berbagai masalah yang menyebabkan keruntuhannya. Sejak tahun 1673 VOC memiliki banyak hutang hanya untuk berfoya-foya para petingginya. Selin itu kekuasaan VOC yang semakin meluas membuat pengurus kesulitan mengatur kepengurusan. 
            Sistem upeti yang digunakan VOC juga menimbulkan tindakan korupsi para petingginya. Para pegawai VOC hanya ingin memperkaya diri sendiri sehingga melupakan keununtungan dan kemajuan VOC.
          Akibat kemunduran ini saham VOC dan daerah kekuasaannya diambil alih oleh pemerintah Belanda. Hal ini dilakukan untuk menutupi hutang-hutang VOC terhadap pemerintah Belenda. Tanggal 31 Desember VOC resmi dibubarkan oleh pemerintah Belenda.  


BAB III PENUTUP

3.1  Kesimpulan
Kedatangan Belanda ke Indonesia merupakan awal penderitaan Indonesia terlebih
ketika telah terbentuk VOC. Belanda menggunaka VOC sebagai alat untuk menjajah
Indonesia. Indonesia sendiri sebuah wilayah yang kaya akan rempah-rempah dan kekayaan alam lain. Banyak negeri lain yang ingin menguasai Indonesia. Caranya dengan melakukan perdagangan di Indonesia. Mereka mendirikan kongsi-kongsi dagang. Salah satu yang terbesar dan terkontrofersi adalah VOC. VOC inilah yang mengubah kehidupan bangsa Indonesia. Berawal dari kedatangannya yang dapat membujuk penguasa daerah dan para Raja, sedikit demi sedikit meeka bisa menguasai Indonesia hingga memperbudak rakyat Indonesia untuk kepentingan mereka tanpa mempedulikan kesengsaraan masyarakatnya.
            Masyarakat Indonesia yng masih primitif atau tradisional dapat dengan mudah dipengaruhi dan di bodohi. Dengan demikian rakya semakin menderita. Lama kelamaan  VOC semakin meluas hingga hampir menguasai seluruh wilayah Nusantara. Kerajaan-kerajaan di Indonesia pun satu persatu mulai runtuh.
            Namun setelah beberapa banyak waktu VOC mulai terlihat kekacauannya. Para pengurusnya pun tidak dapat mengendalikan dengan baik keorganisasiannya. Sehingga menimbulkan berbagai permasalahan. Pengurusnya lebih mengutamakan keuntungan pribadi dari pada kelmpok. Banyak angotanya yang korupsi dan VOC sendiri memiliki banyak hutang.
Hal-hal tersebut yang menimbulkan awal keruntuhan VOC.

DAFTAR PUSTAKA
Buku sejarah Indonesia PR kelas 11 oleh Ringo Rahata, Mulyadi, Mutiara Shifa Fauziah
Buku sejarah Indonesia kurikulum 2013 kelas 11 oleh KEMENDIKBUD RI